Apabila sebuah
roda yang sedang kita pegang porosnya dan berputar dengan kondisi vertikal di
depan tubuh kita, dan porosnya diganggu (baik dimiringkan ke kiri atau ke
kanan), akan timbul gaya yang menggerakkan tubuh kita untuk miring ke kiri atau
ke kanan.
Hal ini terbukti
apabila kita melakukan hal tersebut diatas bidang putar. Jika poros roda yang
diputar diganggu (miring kiri atau kanan), tubuh akan ikut berputar ke arah
kiri atau kanan.
Percobaan ini
berhubungan dengan Hukum Momen Inersia, yakni benda yang sedang berputar
mempunyai kecenderungan untuk tetap berputar/berotasi. Selain itu, percobaan
ini juga berhubungan dengan Hukum III Newton, karena gaya aksi yang kita
berikan pada roda akan sama dengan gaya reaksi yang kita terima dengan
perputaran tubuh.
Dalam kehidupan
sehari-sehari, dapat ditemukan peristiwa serupa yang telah teraplikasikan,
misalnya pada helikopter yang hendak berbelok. Baling-baling pada helikopter
dimiringkan agar arah helikopter berubah, sehingga helikopter berbelok. Helikopter
juga memiringkan baling-balingnya guna menambah kecepatan ataupun mengurangi
kecepatan. Hal serupa juga sama pada saat kita menyetir kendaraan bermotor.
Semakin besar kecepatan kendaraan saat hendak berbelok, semakin mudah setir
diputar, karena terbantu oleh kecenderungan roda kendaraan untuk mempertahankan
rotasinya.
Laurent Saviour E.
Xia3 - 07

Tidak ada komentar:
Posting Komentar